BABEL– Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama PT Pertamina Patra Niaga memberikan kepastian bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Langkah koordinasi ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan serta menjaga stabilitas distribusi energi di seluruh wilayah daerah.
Tim gabungan secara rutin melakukan pengawasan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna memantau ketersediaan pasokan secara langsung. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu merasa khawatir atau melakukan aksi borong (panic buying) yang dapat mengganggu sirkulasi stok di lapangan.
Menjaga Kelancaran Distribusi Energi
Pihak Pertamina menegaskan bahwa ketahanan stok BBM saat ini mampu mencukupi kebutuhan hingga beberapa pekan ke depan. Selain itu, perusahaan terus mengoptimalkan pengiriman armada tangki dari terminal BBM menuju setiap titik pengisian guna meminimalkan terjadinya antrean panjang.
Pemerintah daerah meminta pihak kepolisian untuk mengawasi distribusi agar tidak terjadi praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Sebab, kelancaran akses energi merupakan faktor kunci bagi perputaran ekonomi bagi warga setempat sendiri. Berikut adalah detail status ketahanan stok:
Baca juga:Jadwal Libur Sekolah Lebaran Resmi 16 Maret 2026
| Jenis Bahan Bakar | Status Ketersediaan |
| Pertalite | Stok Aman & Distribusi Lancar |
| Solar Subsidi | Pengawasan Ketat & Pasokan Stabil |
| Pertamax Series | Tersedia Cukup di Seluruh SPBU |
| LPG 3 Kg | Penyaluran Sesuai Kuota Daerah |
Sinergi Pengawasan Lintas Sektoral
Selanjutnya, Pemprov dan Pertamina berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi intensif terkait dinamika konsumsi energi di masyarakat. Sinergi ini sangat penting agar setiap lonjakan permintaan dapat segera tertangani melalui penambahan alokasi secara cepat dan tepat sasaran.
Masyarakat juga mendapatkan imbauan agar menggunakan BBM secara bijak dan sesuai dengan peruntukannya. Oleh sebab itu, manajemen Pertamina kini tengah memperluas penggunaan sistem digital dalam setiap transaksi guna memastikan penyaluran BBM subsidi benar-benar menyentuh masyarakat yang berhak.
Sebagai penutup, jaminan keamanan stok ini diharapkan mampu menciptakan suasana kondusif di tengah aktivitas harian penduduk. Setelah itu, tim satgas ketahanan pangan dan energi akan terus memberikan laporan berkala mengenai perkembangan situasi distribusi di tingkat kabupaten dan kota.





