Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Pemkab Bangka Tengah normalisasi drainase untuk cegah banjir

Skintific

Bangka Belitung – Pemkab Bangka Tengah normalisasi drainase untuk cegah banjir. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperkuat upaya pencegahan banjir dengan mendorong gotong royong masyarakat serta melakukan peninjauan dan normalisasi drainase di sejumlah wilayah rawan genangan. Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Jumat, mengatakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sedang meninjau beberapa titik, termasuk Desa Air Mesu, untuk memastikan saluran air berfungsi optimal selama musim hujan.

Menurut Algafry, penanganan banjir dilakukan melalui pembersihan drainase yang tersumbat pasir dan sampah, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kami mendorong masyarakat bersama RT untuk bergotong royong membersihkan pekarangan dan saluran air agar aliran air tetap lancar,” kata Algafry. Ia menegaskan upaya pencegahan banjir tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah, melainkan juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat di tingkat lingkungan.

Skintific

Baca Juga : Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter

Pemkab Bangka Tengah normalisasi
Pemkab Bangka Tengah normalisasi

Selain pembersihan drainase, Algafry mengatakan pemerintah daerah juga akan melakukan pemetaan titik rawan banjir sebagai dasar perencanaan penanganan jangka menengah dan panjang. Ia menyebutkan hasil peninjauan lapangan akan menjadi bahan evaluasi bagi perangkat daerah terkait untuk menentukan langkah teknis lanjutan, termasuk perbaikan dan peningkatan kapasitas saluran air. “Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mengurangi risiko banjir, sekaligus membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan BPJN Babel, Aris Budiman, menuturkan pihaknya akan melakukan survei lapangan untuk menentukan titik-titik genangan yang perlu penanganan. “Kami akan turun langsung untuk survei, lalu mengusulkan kebutuhan anggaran sesuai hasil di lapangan,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Pertanahan (DPUTRP) Bateng, Fani Hendra Saputra, menyampaikan bahwa seluruh ASN, P3K, dan PKK turut dilibatkan dalam aksi gotong royong tersebut. “Selain pembersihan saluran, kami juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga dan memperbaiki drainase. Berdasarkan kajian, sedimentasi di saluran cukup tinggi dan kontur Desa Belilik yang memiliki dataran rendah menjadi tantangan tersendiri,” jelas Fani.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum awal penataan sistem drainase yang lebih baik. “Kami bersama BPJN, kecamatan, dan pemdes akan menata ulang sistem drainase berdasarkan kondisi daratan. Pembangunan box culvert juga akan dilakukan untuk memperlancar aliran air,” ujarnya. Fani menambahkan, Pemkab Bateng bersama BPJN akan menindaklanjuti pembenahan drainase hingga ke wilayah permukiman agar aliran air dapat berjalan lancar hingga ke pembuangan akhir. “Kami sudah berkoordinasi dengan BPJN dan segera menindaklanjuti perbaikan di kawasan permukiman agar aliran air lebih lancar,” pungkasnya.

Skintific