Bangka — Siswa Pemali Boarding School PT Timah Tbk melakukan kunjungan edukatif ke Kampung Adat Gebong Memarong di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal dan memperdalam pemahaman tentang budaya masyarakat adat Mapur atau yang dikenal sebagai Orang Lum.
baca juga : Pemkab Bangka Gelar Upacara Sumpah Pemuda ke-97
Dalam kunjungan tersebut, para siswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga adat. Mereka belajar mengenai sistem sosial, nilai gotong royong, serta filosofi hidup masyarakat Mapur yang menekankan keseimbangan antara manusia dan alam. Melalui pengalaman ini, siswa diharapkan mampu menumbuhkan rasa hormat terhadap keberagaman budaya sekaligus menyadari pentingnya menjaga warisan leluhur.
Pelestarian Budaya dan Lingkungan
Kampung Adat Gebong Memarong berdiri sejak tahun 2022 dengan dukungan penuh dari PT Timah Tbk. Pembangunan kampung adat ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian budaya dan lingkungan di Bangka Belitung. PT Timah Tbk menggandeng masyarakat adat untuk membangun kawasan yang kini menjadi simbol keharmonisan antara tradisi dan kemajuan.
Kompleks Gebong Memarong terdiri atas tujuh rumah adat atau bubung yang difungsikan sebagai homestay, balai adat, galeri, dan museum mini. Seluruh bangunan dibuat menggunakan bahan alami seperti kayu ibul, kulit kayu, dan atap nipah. Setiap sudut bangunan mencerminkan filosofi hidup masyarakat Mapur yang menjunjung tinggi kesederhanaan, kebersamaan, dan keseimbangan alam.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Selain melestarikan warisan arsitektur tradisional, PT Timah Tbk juga aktif memberdayakan masyarakat sekitar melalui berbagai program pelatihan. Warga mendapatkan pendampingan dalam membuat batik ecoprint, kerajinan tangan berbahan lokal, hingga kegiatan budaya tahunan seperti Nujuh Jerami. Program-program tersebut tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat adat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.
Dalam kunjungan ini, siswa turut mencoba langsung beberapa aktivitas budaya, mulai dari menenun, membuat anyaman, hingga belajar memainkan alat musik tradisional. Melalui kegiatan tersebut, mereka memahami bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menjaga benda pusaka, tetapi juga melestarikan nilai-nilai dan cara hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Menumbuhkan Cinta Budaya Lokal
Kini, Gebong Memarong berkembang menjadi salah satu destinasi wisata budaya dan edukasi unggulan di Pulau Bangka. Wisatawan dapat belajar tentang sejarah, adat istiadat, hingga kearifan masyarakat Mapur yang tetap lestari di tengah arus modernisasi. Kawasan ini juga berperan sebagai ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal akar budaya mereka sendiri.
baca juga : Oknum Polisi di Belitung Dilaporkan Kekasihnya ke Polres
PT Timah Tbk berharap kunjungan ini mampu menumbuhkan rasa bangga siswa terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat kesadaran pentingnya menjaga kelestarian warisan bangsa. Melalui Gebong Memarong, perusahaan ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi dan kemajuan zaman. Tradisi yang dijaga dengan cinta menjadi fondasi kuat bagi masa depan yang berkelanjutan di Bangka Belitung.





