Bangka Belitung – 5 Menit Mencekam Mahasiswa ISBA, Didatangi Dua Orang Berseragam Satpol PP Lalu Ditampar dan Dicekik. Dengan suara lirih, Dhaifu menceritakan peristiwa penganiayaan yang dialaminya Kamis (18/12/2025) malam sekira pukul 18.30 WIB. Dengan suara bergetar, saat itu dirinya sedang duduk di atas kasur lantai di dalam kamarnya sambil mengerjakan tugas dengan laptop. Saat itu dirinya berada di damar nomor LD.12 di Asrama ISBA Yogyakarta. Di dalam kamar tersebut, ia sedang mengobrol bersama dengan dua orang temannya yang juga penghuni asrama ISBA Yogyakarta.
Dhaifu, mahasiswa semester 7 di salah satu kampus swasta di Yogyakarta menjadi korban pemukulan oleh Plt Kasatpol PP Kabupaten Bangka, Indrata Yusaka. Di datangi Dua Orang Berseragam Satpol PP
Dia menceritakan detik-detik mencekam saat itu pintu kamar terbuka lebar, tiba-tiba datang dua orang berseragam Satpol PP ke kamarnya dan masuk tanpa permisi. Dirinya yang juga kebetulan menjabat sebagai Ketua Asrama ISBA Yogyakarta sejak setahun terakhir tersebut terkejut melihat dua orang yang mana salah satunya bertubuh besar.
“Pas dia masuk, dia langsung menanyakan ikak orang mane (kalian orang mana-red),” jelas Dhaifu saat dihubungi Bangkapos.com via telfon, Jumat (19/12/2025). Dirinya pun menjawab bahwa dia berasal dari Toboali, Bangka Selatan. Termasuk dua orang temannya di dalam kamar yang satunya juga berasal dari Toboali dan satunya lagi dari Bangka Tengah. Dhaifu pun mengonfirmasi bahwa Satpol PP yang bertanya tersebut adalah Plt Kasatpol PP Kabupaten Bangka, Indrata Yusaka yang didampingi oleh satu orang anggotanya. “Terus ku tanya, ada ap pak. Terus dia jawab, ikak (kalian-red) tunggu disini, kami mau nyidak ikk (sidak kalian-red),” ungkapnya.
Baca Juga : Isi Postingan Sosmed Istri Kasatpol PP Pangkalpinang Pemicu Dimassa Emak-emak, Balik Lapor Polisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Pemukulan-mahasiswa-ISBA-Bangka.jpg)
Sontak Dhaifu pun kembali bertanya dengan baik-baik terkait sidak apa yang akan dilakukan oleh Satpol PP tersebut. “Kutanya sidak apa pak, kenapa bapak datang marah-marah. Terus dia enggak terima, kawanku satu disuruh keluar, satu masih tetap di dalam kamar sebagai saksi,” jelasnya. Setelah itu, pintu kamar tersebut kemudian ditutup anggota Satpol PP dari dalam. Kemudian, Plt Kasatpol PP Bangka tersebut langsung membuka rompi dan dilemparkan rompi tersebut ke lantai.
“Dia langsung mendatangiku, terus laptop ku kesenggol, langsung ku selamatin laptopku. Kutanya kenapa pak garang-garang (marah-marah-red). Terus dia enggak terima, ku berdiri di atas kasur, terus dia bilang apa kamu melawan,” ungkapnya. 5 Menit Mencekam Mahasiswa ISBA, Didatangi Dua Orang Berseragam Satpol PP Lalu Ditampar dan Dicekik.
Pipi Kanan Dhaifu Ditampar
Setelah itu, terjadilah peristiwa pemukulan dimana Plt Kasatpol PP Bangka tersebut menampar pipi kanan Dhaifu. Mendapat perlakuan tidak mengenakkan tersebut, Dhaifu menjuju pintu kamar dan hendak keluar. Namun seketika ditahan dan didorong hingga kemudian dicekik sampai ke sisi pojokan dinding oleh orang yang sama. “Aku ditahan dia, didorong, langsung dicekik di pojokan dinding,” ujarnya.
Lebih lanjut, dirinya yang mendapatkan perlakuan kasar itu bertanya maksud dari sikap Plt Kasatpol PP tersebut. “Aku dak balas mukul, ku cuma diam, ku tanya apa maksud garang-garang (marah-marah-red). Terus dia bilang lagi, apa enggak senang, mau melawan,” sambungnya. Tak lama setelah itu, cekikan itu kemudian dilepas dan diakui Dhaifu bahwa runtutan peristiwa yang dialaminya itu terjadi tak sampai 5 menit. Kemudian, setelah mengalami hal tak mengenakkan tersebut, dirinya pun langsung ke luar kamar dan menelpon ayahnya.
Atas saran sang ayah, dirinya ditemani seorang teman melaporkan kejadian itu ke Polsek setempat. Saat proses mediasi yang dilakukan anggota polsek setempat di asrama ISBA Yogyakarta, Dhaifu menyebut bahwa Plt Kasatpol PP Bangka tersebut tidak mengakui perbuatannya yang telah memukul dan mencekik. Proses mediasi itu juga turut disaksikan oleh sejumlah anggota Satpol PP lainnya serta Pj Sekda Bangka, Thony Marza dan para stafnya. Meski pelaku sudah meminta maaf, Dhaifu menyebut bahwa dirinya akan tetap membawa kasus ini ke ranah hukum dan sudah melapor ke Polres setempat.
“Langsung malam itulah aku ngelapor ke Polres, udah divisum juga,” ungkapnya. Sementara itu, Plt Kasatpol PP Bangka, Indrata Yusaka saat dihubungi Bangkapos.com, dirinya tak berkenan memberikan penjelasan. “Langsung ke Pak Sekda ok. Satu pintu bae (aja-red),” kata dia via pesan WhatsApp. Sementara itu, Pj Sekda Bangka, Thony Marza hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan apapun. Saat ini, keduanya diketahui masih berada di luar daerah Kabupaten Bangka.
Ketua DPRD Bangka Tak Mentolelir
Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Jumadi menyayangkan adanya peristiwa dugaan pemukulan dan penganiayaan terhadap mahasiswa oleh Plt Kasatpol PP Bangka. Diketahui, peristiwa tidak mengenakkan itu terjadi pada Kamis (18/12/2025) malam di asrama ISBA Yogyakarta. Ramai beredar, Plt Kasatpol PP Bangka, Indrata Yusaka diduga melakukan pemukulan terhadap salah seorang mahasiswa yang juga Ketua Asrama ISBA Yogyakarta.
Jadi kami dari DPRD, terkait dengan pemukulan, kalau memang terjadi pemukulan, kita tidak akan mentolerir dalam hal Plt Kepala Satpol PP melakukan pemukulan terhadap Ketua ISBA Yogyakarta itu,” kata Jumadi saat diwawancarai Bangkapos.com, Jumat (19/12/2025) di Kantor Bupati Bangka.
Menurutnya, hal itu jelas melakukan pelanggaran hukum dan akan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dari segi hukum. “Apakah itu Pak Indrata (Plt Kasatpol PP Bangka-red) ataupun Pak Sekda disitu, bagaimana tindakan untuk mereka disitu,” jelasnya.
Kendati demikian, dia menyebut bahwa sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi yang utuh terkait sebab terjadinya pemukulan tersebut. “Kita minta nanti bisa kita panggil Pak Sekda, Pak Indrata nya kita panggil, kita RDP-kan. Ini juga kita mau ketemu Pak Bupati, Pak Wabup, terkait apa yang dilakukan oleh ASN kita ini,” ungkapnya. Lebih lanjut, Jumadi menyebut bahwa asrama ISBA Yogyakarta dulunya merupakan aset bersama. Kemudian setelah terjadi pemekaran sejumlah kabupaten di Provinsi Babel, asrama ISBA Yogyakarta menjadi aset Kabupaten Bangka.






